Investasi emas  Bukan Untuk Spekulasi

Investasi emas  Bukan Untuk Spekulasi



 Satu saat, sepasang suami-istri masuk suatu toko emas. Sesudah melihat-lihat sebagian jenis perhiasan di jejeran etalase depan, sang suami lalu tertarik untuk tahu harga logam mulia yang di produksi saat wujud batangan serta koin. Ia dgn ketertarikan mulai bertanya harga per gram emas batangan itu. Sesaat itu muka sang istri tampak agak masam lantaran ia nyatanya lebih inginkan seuntai kalung emas.

Sang suami berargumen bahwasanya bila memanglah mau berinvestasi emas, baiknya yang disimpan yaitu emas murni saat wujud batangan atau mungkin koin saja, karena nilainya bakal lebih stabil dibanding dgn perhiasan. Tuturnya, nilai emas saat wujud perhiasan bukan sekedar ditetapkan oleh kandungan emasnya saja, tetapi juga cost pembuatan serta desainnya. Bila desainnya dikira telah out-of-date, ada kemungkinan nilainya bakal ada dibawah harga emas dunia. Terlebih kandungan emasnya cuma berkisar 70% saja.

Sang istri berdalih, bila mereka menaruh emas batangan, mereka mesti ribet pikirkan bagaimana caranya menaruh emas itu. Harus mereka mesti menyewa safe deposit box. Sesaat bila saat wujud perhiasan, sang istri tinggal mengenakannya. Sang suami membalas alasan itu, bahwasanya jikalau digunakan untuk perhiasan, terus ada kemungkinan untuk hilang atau mungkin dijambret.
Mana yang benar?

Sesungguhnya tidak ada yang salah dgn pilihan menaruh emas batangan maupun perhiasan. Semasing mempunyai nilai plus serta minus. Tetapi ada satu hal yang rupanya tidak terpikir oleh pasangan suami istri itu : apakah mereka menaruh emas untuk fasilitas investasi atau mungkin “spekulasi”?

Rata-rata orang yang beli emas punya niat bakal menjualnya lagi bila harga nya telah naik. Orang-orang menyebutnya untuk investasi. Walau sebenarnya, tahukah Anda bahwasanya sesungguhnya itu yaitu wujud spekulasi?

Barangkali arti “spekulasi” terdengar agak “tajam” di telinga Anda. Janganlah salah persepsi dahulu. “Spekulasi” disini tak hanya bermakna “untung-untungan” atau mungkin “gambling”. Spekulasi sesungguhnya yaitu aksi beli atau mungkin jual satu subyek perdagangan dgn maksud untuk mengambil keuntungan dari selisih gerakan harga. Untuk satu diantara rujukan pengertian, Anda dapat tengok di kamusbahasaindonesia. org. Di situ tercatat bahwasanya satu diantara pengertian spekulasi yaitu “ (tentang) beli atau mungkin jual suatu hal yg barangkali menghadirkan untung besar”. Ini seirama dgn pengertian dagang.

Baiklah, agar tak terlampau “ekstrim”, baiklah kita memakai kata “berdagang” saja untuk menukar kata “spekulasi”.

Janganlah salah ya, investasi lain lho dgn dagang!

Ada ketidaksamaan yang mendasar pada investasi serta perdagangan. Kita ambillah misal simpel : tanah.
Umpamanya ada seorang bernama Andi yang mempunyai tanah seluas 1. 000 mtr. per sisi. Saat ia beli tanah itu, harga nya yaitu 800 juta rupiah. Andi tak lakukan apapun ketika tanah yang dipunyainya. Ia membiarkan tanah itu tidak tertangani, sampai tiga thn lalu ia menjualnya pada Badu seharga 900 juta rupiah. Andi juga memperoleh keuntungan sebesar 100 juta rupiah serta tanah itu saat ini jadi punya Badu.

Badu lantas menanam beberapa pohon sengon diatas tanah itu. Lima thn lalu ia memanen pohonnya, menjualnya kayunya, lantas menanam pohon baru. Ia memperoleh keuntungan dari penjualan kayu pohon itu. Demikian selanjutnya.

Dari dua misal diatas, Andi disebutkan lakukan perdagangan ketika tanah yang dipunyainya. Keuntungan yang ia dapatkan datang dari selisih harga saat ia beli tanah itu dgn saat ia menjualnya pada Badu. Tetapi ketika waktu yang sama ia kehilangan kepemilikan atas tanah itu.

Sesaat Badu lakukan invetasi atas tanah yang dibelinya dari Andi. Ia memperoleh keuntungan dari hasil penjualan kayu sengon yang ditanamnya diatas tanah itu. Keuntungan didapat, tetapi tanah itu terus jadi kepunyaannya. 

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jasa SEO Terbaik Dengan Harga Murah

Jasa SEO Untuk Website Usaha Kecil