Syariat Islam Mensejahterakan Manusia

Islam diturunkan pada manusia agar manusia bisa hidup sejahtera di dunia dan di akhirat yaitu dengan terwujudnya kesejahteraan manusia baik secara materi maupun non materi. Secara materi, Islam menghendaki terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu yang meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan,dan kesehatan. Sedangkan kesejahteraan non materi meliputi terjaganya Agama, harta, jiwa, akal dan kehormatan setiap individu.

Tujuan besar Islam ini akan bisa terealisir jika syariat Islam diterapkan dalam semua system kehidupan, baik sistem ekonomi, sistem hukum, sistem politik, sistem budaya, dan juga sistem sosial. Sebagai Dien yang sempurna, syariah Islam mengatur semua unsur kehidupan, baik politik, ekonomi, hukum, sosial, maupun budaya.
Dalam mewujudkan Islam kesejahteraan masyarakat ini, islam telah mendelegasikan tugas berupa syariat Islam yang ditujukan baik terhadap individu, negara ataupun jamaah .

a. Tugas Individu.
Setiap Muslim diberikan kewajiban untuk beribadah kepada Alloh, baik ibadah mahdoh maupun Ghoiru Mahdoh. Lebih lanjut, Islam menjadikan perbuatan setiap muslim sebagai ibadah, Mulai dari menuntut Ilmu, bekerja mencari nafkah keluarga, berbakti kapada kedua orang tua, menolong kerabat, berbuat baik kepada tetangga dan banyak lagi lainnya adalah bentuk ibadah kepada Alloh SWT yang meninggalkannya adalah dosa. Serta juga larangan-larangan baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri ataupun terhadap orang lain. Semua kewajiban dan larangan Islam terhadap individu ini adalah bukti bahwa Islam merupakan system kehidupan yang bisa mensejahterakan masyarakat. Namun aktifitas ini tidak bisa berjalan dengan sendirinya tanpa adanya dorongan dan kontrol dari Negara dan jamaah.



b. Tugas Negara.
Selain memberikan kewajiban terhadap individu, Islam juga mendelegasikan tugas Khusus kepada Negara atau penguasa. Islam telah mewajibkan penguasa untuk melayani kepentingan ummat atau rakyat agar terwujud kesejahteraan di wilayahnya. Seperti memberikan layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis yang berbasis Islam, mencukupi kebutuhan bahan pangan yang dibutuhkan di pasar dalam negeri dengan swasembada pangan, menciptakan peluang usaha, menjaga stabilitas alat tukar dengan menerapkan mata uang berbasis emas dan perak, Mengelola Sumberdaya Alam untuk kesejahteraan Rakyat dan banyak lagi lainya yang bertujuan untuk melayani kepentingan rakyat.
Penguasa yang tidak melakukan kewajiban pelayanan terhadap rakyat sangat dicela dalam Islam. Mereka dijuluki pemimpin sesat, pemimpin bodoh yang menolak kebenaran sebagaimana sabda Rosululloh SAW.
  • Para pemimpin sesat: Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ»
Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibban). Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.
  • Para pemimpin bodoh: Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah Saw berkata kepada Ka’ab bin Ajzah:
«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ »
Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad). Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah Saw. Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.
  • Para pemimpin penolak kebenaran, penyeru kemungkaran. Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»
Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah).
  • Dan penguasa yang paling buruk menurut ajaran Islam adalah Penguasa Diktator (kejam). Rasulullah Saw bersabda:
«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»
Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar).
c. Tugas Jamaah.
Selain individu dan Negara, juga ada Jamaah yang keberadaannya didorong oleh Islam dalam rangka Amar ma’ruf Nahi Munkar yang memiliki tugas mengingatkan penguasa untuk tetap sesuai dengan hokum syara’. Keberadaan Jama’ah ini walaupun posisinya berada diluar system pemerintahan, namun bisa mempengaruhi kebijakan penguasa.
Kewajiban Islam terhadap penguasa untuk melayani kepentingan rakyat ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan manusia, baik muslim atau non Muslim. Fakta historis kecemerlangan Islam sebagai bukti bahwa Islam pernah diterapkan dan penerapannya itu berhasil mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Di bidang pendidikan, Daulah Khilafah Islam sangat berkepentingan agar rakyatnya cerdas. Anak-anak dari semua kelas sosial mengunjungi pendidikan dasar yang terjangkau semua orang. Negaralah membayar para gurunya.  Selain 80 sekolah umum Cordoba yang didirikan Khalifah al-Hakam II pada 965 M, masih ada 27 sekolah khusus anak-anak miskin. Di Kairo, al-Mansur Qalawun mendirikan sekolah anak yatim. Ia juga  menganggarkan setiap hari ransum makanan yang cukup serta satu stel baju untuk musim dingin dan satu stel baju untuk musim panas. Bahkan untuk orang-orang badui yang berpindah-pindah, dikirim guru yang juga siap berpindah-pindah mengikuti tempat tinggal muridnya.  Tak ada lagi celah dalam jejaring sekolah seperti ini.
Seribu tahun yang lalu, universitas paling top di dunia tak pelak lagi ada di Gundishapur, Baghdad, Kufah, Isfahan, Cordoba, Alexandria, Cairo, Damaskus dan beberapa kota besar Islam lainnya.  Perguruan tinggi di luar Khilafah Islam paling-paling hanya ada di Konstantinopel yang saat itu masih menjadi ibukota Romawi Byzantium, di Kaifeng ibukota China atau di Nalanda, India.  Di Eropa Barat dan Amerika belum ada perguruan tinggi.
Di bidang kesehatan, pada kurun abad 9-10 M, Qusta ibn Luqa, ar-Razi, Ibn al-Jazzar dan al-Masihi membangun sistem pengelolaan sampah perkotaan, yang sebelumnya hanya diserahkan pada kesadaran masing-masing orang, yang di perkotaan padat penduduk akan menciptakan kota yang kumuh.  Kebersihan kota menjadi salah satu modal sehat selain kesadaran sehat karena pendidikan. Tenaga kesehatan secara teratur diuji kompetensinya. Dokter Kekhalifahan menguji setiap tabib agar mereka hanya mengobati sesuai dengan pendidikan atau keahliannya. Mereka harus diperankan sebagai konsultan kesehatan dan bukan orang yang sok mampu mengatasi segala penyakit. Ini adalah sisi hulu untuk mencegah penyakit sehingga beban sisi hilir dalam pengobatan jauh lebih ringan.
Negara membangun rumah sakit di hampir semua kota di seantero Khilafah Islam. Bahkan pada tahun 800 M di Bagdad sudah dibangun rumah sakit jiwa yang pertama di dunia.  Sebelumnya pasien jiwa hanya diisolasi dan paling jauh dicoba diterapi dengan ruqyah. Rumah-rumah sakit ini bahkan menjadi favorit para pelancong asing yang ingin mencicipi sedikit kemewahan tanpa biaya, karena seluruh rumah sakit di dalam Khilafah Islam ini bebas biaya.
Di bidang pertanian, ada ‘revolusi pertanian Muslim’ yang menyinergikan semua teknologi baik cuaca, peralatan untuk mempersiapkan lahan, teknologi irigasi, pemumpukan, pengendalian hama, teknologi pengolahan pasca panen hingga manajemen perusahaan pertanian.
Revolusi ini menaikkan panen hingga 100% pada tanah yang sama. Kaum Muslim mengembangkan pendekatan ilmiah yang berbasis tiga unsur: sistem rotasi tanaman; irigasi yang canggih; serta kajian jenis-jenis tanaman yang cocok dengan tipe tanah, musim dan jumlah air yang tersedia.  Inilah cikal-bakal “precission agriculture“. Revolusi ini ditunjang juga dengan berbagai hukum pertanahan Islam sehingga orang yang memproduktifkan tanah mendapat insentif. Tanah tidak lagi dimonopoli kaum feodal.
Di bidang industri, industri pada masa Khilafah Islam ternyata memiliki spektrum yang sangat luas.  Donald R. Hill dalam bukunya, Islamic Technology: an Illustrated History (Unesco & The Press Syndicate of the University of Cambridge, 1986), membuat sebuah daftar yang lumayan panjang dari industri yang pernah ada dalam sejarah Islam; mulai  dari industri mesin, bahan bangunan, pesenjataan, perkapalan, kimia, tekstil, kertas, kulit, pangan hingga pertambangan dan metalurgi.
Alih teknologi dalam Islam berlangsung sejak Abad Pertama hingga Abad Kesepuluh Hijrah. Selama periode tertentu, sebagian besar alih teknologi itu berlangsung dari Islam ke Eropa dan bukan sebaliknya.
Di bidang permukiman, Islam telah mengembangkan perencanaan kota yang belum ada sebelumnya. Untuk setiap bagian kota yang direncanakan dengan jumlah penduduk tertentu dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.  Bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah juga tidak ketinggalan.
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jasa SEO Terbaik Dengan Harga Murah